BEKASI, 16 Agustus 2026 — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, zikir bersama dan upacara tabur bunga digelar di area Makam Pahlawan Nasional KH. Noer Alie, Bekasi, Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus meneladani semangat perjuangan KH. Noer Alie dalam membela bangsa, agama, dan masyarakat Bekasi.
Kegiatan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para tokoh masyarakat, pengurus Yayasan Attaqwa, guru-guru, serta santri dan santriwati pondok pesantren Attaqwa.
Rangkaian acara diawali dengan zikir dan doa bersama untuk mengenang perjuangan serta mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan ketua umum yayasan Attaqwa dan Plt bupati Bekasi kemudian ditutup dengan upacara penghormatan serta tabur bunga di makam Pahlawan Nasional KH. Noer Alie dipimpin oleh komandan kodim 0509 kabupaten Bekasi Letkol Inf Michael Ronald Simbolon, S.I.P., M.H.I
Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan para santri, untuk mengambil hikmah dari perjalanan hidup dan perjuangan KH. Noer Alie.
Menurutnya, KH. Noer Alie merupakan sosok ulama dan pejuang yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Bekasi. Semangat perjuangannya tidak hanya diwujudkan melalui perlawanan dalam mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga melalui perjuangan membangun masyarakat melalui pendidikan.
“Sejarah perjuangan Kiai Noer Alie mengajarkan kepada kita bahwa kecintaan kepada umat dan daerah tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam perjuangan dan pengabdian. Beliau ikut menginisiasi tumbuhnya kesadaran masyarakat Bekasi Raya untuk bersatu dan memiliki kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa perjuangan, termasuk ketika menghadapi agresi Sekutu,” ujar KH. Irfan Mas’ud.
Ia menjelaskan, setelah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, perhatian KH. Noer Alie kemudian banyak diarahkan pada pembangunan umat melalui jalur pendidikan. Hal tersebut, kata KH. Irfan, merupakan warisan penting yang harus diteruskan oleh generasi sekarang.
“Dari ranah perjuangan politik dan perlawanan, beliau melanjutkan pengabdiannya ke ranah pendidikan. Inilah yang seharusnya menjadi hikmah bagi para kita semua. Bagaimana kecintaan beliau kepada umat diwujudkan melalui kerja nyata, membangun persatuan, mendidik generasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Kiyai Irfan menambahkan, semangat tersebut relevan dengan upaya membangun Bekasi yang semakin maju tanpa meninggalkan nilai persatuan dan kepedulian sosial.
“Mari kita bersatu dalam berkhidmat, maju dalam pelayanan, dan bersama-sama menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh jajaran yang terus memberikan dukungan serta penghormatan kepada jasa para pahlawan dan pejuang. Dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76, semoga Kabupaten Bekasi semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan, insya Allah, menghadirkan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh warganya,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja mengatakan, kegiatan zikir bersama dan tabur bunga bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur atas kemerdekaan serta menumbuhkan kesadaran untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.
“Kegiatan zikir ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan yang luar biasa. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan, para ulama, dan seluruh pejuang bangsa. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan serta melanjutkan perjuangan mereka dengan kerja nyata dan pengabdian terbaik,” ujar Asep.
Ia menegaskan bahwa generasi saat ini tidak lagi berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau dahulu para pahlawan berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, maka perjuangan kita hari ini adalah bagaimana mengisi kemerdekaan itu dengan prestasi, pelayanan, pembangunan, pendidikan, dan kerja keras. Kita harus meneruskan semangat mereka sesuai dengan bidang pengabdian kita masing-masing,” katanya.
Usai rangkaian zikir, sambutan, dan upacara tabur bunga, Plt. Bupati Bekasi bersama para pejabat dan tokoh yang hadir melakukan peninjauan ke sejumlah titik di kawasan makam KH. Noer Alie.
Pemerintah daerah berencana melakukan penataan kawasan tersebut, termasuk pembangunan pendopo dan pengerasan lantai di area ziarah. Penataan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat yang datang untuk berziarah dan mengenang jasa Pahlawan Nasional asal Bekasi tersebut.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memiliki rencana pengembangan kawasan makam sebagai ruang edukasi sejarah melalui pembangunan diorama dan museum mini. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan mampu menceritakan perjalanan perjuangan para pahlawan dari Bekasi, terutama kiprah heroik KH. Noer Alie.
“Ke depan, kami ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menjadi tempat belajar sejarah. Insya Allah akan kita kembangkan dengan diorama dan museum mini yang menceritakan perjuangan para pahlawan dari Bekasi, terutama perjuangan KH. Noer Alie, sehingga generasi muda dapat mengetahui dengan baik siapa para pendahulu mereka dan bagaimana perjuangan mereka dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan,” ungkap Asep.
Ia berharap kawasan makam tersebut dapat menjadi salah satu destinasi pendidikan sejarah bagi para pelajar di Kabupaten Bekasi.
“Nantinya anak-anak sekolah harus bisa datang dan berkunjung ke sini. Mereka jangan hanya membaca sejarah di dalam buku, tetapi juga perlu melihat dan mengenal langsung jejak perjuangan para pahlawan. Di tempat inilah mereka dapat mempelajari kisah heroik perjuangan para pejuang dari Bekasi, memahami nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan cinta kepada bangsa. Dengan begitu, sejarah perjuangan para pahlawan akan terus hidup dalam ingatan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” pungkasnya.
Kegiatan zikir dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional KH. Noer Alie tersebut berlangsung khidmat. Kehadiran unsur pemerintah, tokoh masyarakat, para guru, serta santri dan santriwati menjadi simbol kebersamaan dalam memberikan penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melalui pengabdian dan pembangunan bagi masyarakat. (Humas/abg)





