Bekasi, 22 April 2025 — Suasana kemeriahan penuh makna menyelimuti Aula Utama KH. Noer Alie, Kompleks Pondok Pesantren Attaqwa Putri, saat Haflah Takhorruj (wisuda) kelas 12 digelar. Sebanyak 348 santri dan santriwati resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama 3 – 6 tahun, tidak hanya dengan ijazah formal, namun juga memperoleh ijazah khusus dari Pimpinan Umum Perguruan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA.
“Dengan izin Allah, saya bersama dewan guru mengijazahkan ilmu, zikir, doa, wirid, dan kitab-kitab yang bersumber dari ajaran KH. Noer Alie kepada para santri-santriwati sekalian,” ucap KH. Irfan dalam teks pengijazahan yang beliau bacakan secara langsung di hadapan para wisudawan, wali santri, dan tamu undangan. Ijazah ini terasa istimewa karena ilmu yang diberikan tersambung secara sanad dengan para guru terdahulu.
Tahun ini, Pondok Pesantren Putra meluluskan 182 santri, sedangkan Pondok Pesantren Putri meluluskan 166 santriwati. Acara Haflah Takhorruj juga menjadi ajang apresiasi bagi santri berprestasi, di antaranya penghafal 1000 hadits, tahfidz 30 juz, hingga penguasaan 1000 bait Alfiah. Untuk capaian di atas pengasuh pondok pesantren Attaqwa putri Ustz. Hj. Abidah Noer berujar bahwa menghafal 1000 hadist bukan sekadar capaian intelektual, tapi sebuah bukti kesungguhan dalam merawat warisan Rasulullah ﷺ. “Santriwati yang mampu menghafal sebanyak itu telah menapaki jejak para ulama terdahulu—bukan hanya mengingat, tapi juga siap mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai luhur dari hadist Nabi di tengah masyarakat” ungkap beliau.
Tidak hanya unggul secara spiritual dan keilmuan, para lulusan tahun ini juga membuktikan daya saing akademik mereka. Banyak di antara mereka telah diterima di berbagai perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SPAN-PTKIN, serta sejumlah universitas ternama di luar negeri seperti di Mesir, Yaman, Turki, Malaysia, dan Pakistan.
Sekretaris Perguruan, Dr. H. Khairul Umam, menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan bentuk apresiasi atas ketekunan para santri. Ia menegaskan pentingnya proses evaluasi dalam pendidikan. “Bahwa proses pendidikan harus dievaluasi untuk melihat sejauh mana proses KBM berjalan sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan pendiri Attaqwa,” ujarnya saat membacakan diktum resmi acara.
Dalam pesan penutupnya, KH. Irfan Mas’ud berpesan agar para alumni senantiasa mengamalkan nilai-nilai keattaqwaan dan menjadi teladan di tengah masyarakat. “Nilai-nilai itu dapat berupa akhlakul karimah dan juga hendaknya para alumni menjadi panutan di lingkungan di mana kalian tinggal,” pesannya. Ia pun mendoakan agar para lulusan menjadi penerus perjuangan para ulama dan orang-orang sholeh yang telah membina mereka di Pondok Pesantren Attaqwa. (Humas/bg)





