BEKASI, 5 September 2026 — Klinik Pratama Attaqwa resmi diperkenalkan melalui kegiatan soft launching yang digelar di lingkungan Yayasan Attaqwa, Ujung Harapan, Bekasi, Sabtu (5/9/2026). Kehadiran klinik tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus mempererat hubungan dan kerja sama kemanusiaan antara masyarakat Indonesia dan Kuwait.
Kegiatan tersebut dihadiri As-sayyid Jassim Annoury – Direktur Jenderal Jam’iyyah Syekh Abdullah Annuri, As-sayyid Abdul Muhsin Al-Ajmi, As-sayyid Abdulrahman Mahfal – Direktur Jam’iyyah Khairiyah Indonesia Kuwait, Dewan Pembina Yayasan Attaqwa, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi H. Ade Syukron, Dewan Pengawas dan Pengurus Yayasan Attaqwa, perwakilan Kecamatan Babelan, Lurah Bahagia, serta sejumlah tokoh dan masyarakat sekitar.
Klinik Pratama Attaqwa dibangun dengan dukungan donatur dari Kuwait melalui Jam’iyyah Syekh Abdullah Annuri. Direktur Jenderal Jam’iyyah Syekh Abdullah Annuri, As-sayyid Jassim Annoury, mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut berangkat dari semangat kemanfaatan dan kepedulian terhadap masyarakat muslim di berbagai belahan dunia.
“Dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami bisa membersamai Yayasan Attaqwa KH. Noer Ali untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan Klinik Pratama Attaqwa,” ujar As-sayyid Jassim Annoury dalam sambutannya.
Menurutnya, pembangunan klinik dan kerja sama yang terjalin merupakan salah satu wujud hubungan baik antara Indonesia dan Kuwait. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya masyarakat kedua negara dalam menjaga ukhuwah Islamiyah serta semangat saling membantu dan memberikan manfaat. “Kami berupaya akan terus menebarkan manfaat dan memberikan bantuan di seluruh negara Muslim di belahan dunia,” katanya.
Ia berharap keberadaan Klinik Pratama Attaqwa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Ujung Harapan dan sekitarnya. Bahkan, pihaknya menyatakan komitmen untuk terus mendukung pengembangan fasilitas tersebut agar ke depan dapat ditingkatkan menjadi rumah sakit yang memadai dan profesional.
“Kami berharap dapat terus bermanfaat bagi masyarakat Ujung Harapan dan akan kami upayakan dalam pembangunan dan pengembangan ke depan untuk menjadi rumah sakit yang memadai dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan dalam waktu dekat, insyaallah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, bantuan, dan dukungan dalam mewujudkan Klinik Pratama Attaqwa di lingkungan Yayasan Attaqwa, Ujung Harapan. “Atas nama Yayasan Attaqwa, kami mengucapkan ribuan terima kasih atas segala perhatian, bantuan, dan kesungguhan dalam mewujudkan Klinik Pratama Attaqwa di lingkungan Yayasan Attaqwa, Ujung Harapan,” kata KH. Irfan Mas’ud.
Ia berharap kerja sama antara Yayasan Attaqwa dan pihak sponsor tidak berhenti pada pembangunan fasilitas klinik. Menurutnya, pembangunan fisik yang telah diwujudkan perlu dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan yang maksimal sehingga cita-cita untuk menghadirkan rumah sakit dapat terealisasi.
“Kami berharap kerja sama antara dua instansi ini bukanlah akhir daripada sebuah perjuangan dalam menebar kebaikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Akan tetapi, pembangunan fisik yang sempurna dan upaya memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal dapat benar-benar terwujud dalam bentuk rumah sakit,” ujarnya.
Kiyai Irfan menambahkan, kehadiran layanan kesehatan merupakan bagian dari cita-cita besar pendiri Yayasan Attaqwa, KH. Noer Ali, yang sejak awal menempatkan pendidikan, dakwah, sosial, dan layanan kesehatan sebagai bagian penting dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja amal kebaikan semacam ini merupakan cita-cita besar pendiri Yayasan Attaqwa KH. Noer Ali, yaitu menghadirkan pendidikan, dakwah, sosial, dan layanan kesehatan, agar dapat terus terjaga dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia juga mendoakan agar dukungan dan amal kebaikan masyarakat Kuwait dalam pembangunan klinik tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H. Ade Syukron, menyambut baik kehadiran Klinik Pratama Attaqwa. Menurutnya, keberadaan pusat-pusat pelayanan kesehatan baru sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bekasi memiliki jumlah penduduk sekitar 3,2 juta jiwa, sementara jumlah puskesmas yang tersedia masih sekitar 80 unit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap tambahan fasilitas pelayanan kesehatan masih cukup besar.
“Kami bersyukur dengan munculnya pusat-pusat kesehatan di wilayah Bekasi karena dapat membantu warga Bekasi untuk lebih mudah dan terjangkau dalam bidang kesehatan,” ujar Ade Syukron.
Ia berharap semakin banyak pihak, termasuk para donatur dari Kuwait, yang turut berkontribusi dalam pembangunan pusat-pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.
Rangkaian soft launching Klinik Pratama Attaqwa ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita sebagai simbol resmi dimulainya keberadaan fasilitas tersebut. Klinik yang berdiri di atas bangunan dua lantai itu juga langsung menggelar kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan pengobatan gratis mendapat antusiasme tinggi dari warga. Kehadiran layanan kesehatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Ujung Harapan dan sekitarnya sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Yayasan Attaqwa dalam melanjutkan semangat pengabdian KH. Noer Ali di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan kesehatan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Klinik Pratama Attaqwa diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pelayanan kemanusiaan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat. (Humas/abg)
Dr. H. Al Fathan. Bs., MITC berkontribusi dalam penulisan artikel ini.





