Jakarta, 15 April 2026 — Menjelang musim ibadah haji, Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa, KH. Husnul Amal, menyerukan pesan damai terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Seruan tersebut disampaikan KH. Amal secara tertulis usai pertemuan bersama Duta Besar Arab Saudi yang dihadiri para tokoh nasional, ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta pimpinan pesantren. Acara berlangsung di kediaman Dubes Arab Saudi pada Rabu (15/4).
Dalam keterangannya tertulisnya, KH. Husnul Amal Mas’ud, D.E.S.A menegaskan pentingnya menghentikan konflik demi kepentingan umat Islam dunia, khususnya menjelang pelaksanaan ibadah haji. “Mengingat umat Islam akan memasuki musim haji, kita harapkan perang bisa segera berakhir. Kita meminta kepada semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikannya,” tegasnya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Marwan Dasopang, Almuzzammil Yusuf, Jazilul Fawaid, Anwar Sadad, Sodik Mudjahid, Hasan Abdullah Sahal, serta Marsudi Suhud.
Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh pesantren dan ulama nasional seperti Buya Yahya, Bachtiar Nasir, Tata Taufiq, Sofwan Manaf, serta Fauzi Tidjani, dan sejumlah tokoh lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut memberikan respons atas situasi geopolitik terkini. Ia menilai gagalnya perundingan damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai perkembangan yang tidak menguntungkan.
“Gencatan senjata sementara selama dua minggu harus menjadi momentum menuju perdamaian permanen. Artinya, perang tidak lagi berlanjut,” ujarnya.
Para ulama dan tokoh yang hadir juga menyerukan agar seluruh pihak menghormati pelaksanaan ibadah haji yang akan segera berlangsung, serta menjaga kedaulatan setiap negara, khususnya Arab Saudi sebagai tuan rumah penyelenggaraan haji.
Mereka sepakat bahwa konflik bersenjata hanya membawa dampak buruk bagi semua pihak, mulai dari krisis energi, ekonomi, hingga kemanusiaan. Oleh karena itu, upaya perdamaian dinilai sebagai langkah mendesak yang harus segera diwujudkan.
Selain itu, para tokoh juga menyatakan dukungan terhadap peran Arab Saudi dalam melayani Haramain (dua tanah suci) serta berharap negara tersebut dapat berperan lebih aktif dalam menjaga dan membebaskan Masjid Al-Aqsa dari konflik yang berkepanjangan.
Sebagai penutup, para peserta forum menyampaikan apresiasi kepada Arab Saudi atas komitmennya dalam menjaga dan melayani dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, dengan baik. (Humas/abg)





