Bekasi, 27 April 2025 — Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi memulai proyek revitalisasi situs makam Pahlawan Nasional KH. Noer Alie, Sabtu (27/4). Kegiatan ini diawali dengan zikir dan doa bersama, dihadiri keluarga besar almarhum, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pengurus Yayasan Attaqwa.
Revitalisasi ini dilakukan menyusul kondisi bangunan makam yang dinilai sudah tidak layak, dengan banyak bagian keropos dan mengalami kebocoran. Sebagai salah satu destinasi ziarah utama di Jabodetabek, bahkan nasional, serta lokasi pelaksanaan berbagai upacara kenegaraan seperti Hari Pahlawan, HUT RI, HUT Polri, dan HUT Kejaksaan, perbaikan ini dinilai sangat mendesak.
Ketua Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, yang juga cucu dari KH. Noer Alie, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki fisik makam, melainkan juga membangkitkan kesadaran kolektif tentang pentingnya belajar dari sosok teladan bangsa.
“Revitalisasi di sini bukan hanya soal bangunan, tetapi juga soal menghidupkan semangat untuk meneladani perjuangan beliau,” ujar Kiyai Irfan.
Senada, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, H. Ade Syukron, M.Si, mengapresiasi langkah ini dan menegaskan bahwa KH. Noer Alie kini adalah milik bangsa, bukan hanya keluarga atau Yayasan Attaqwa.
“Kami melihat ini sebagai kewajiban pemerintah. Di daerah lain seperti Jawa Timur, makam tokoh agama juga dirawat baik dan menjadi destinasi wisata ziarah. Sudah sepantasnya kita melakukan hal yang sama,” kata Ade Syukron.
Selama proses revitalisasi, peziarah tetap diizinkan datang dengan pembatasan akses ke area tertentu. Sekretaris Umum Yayasan Attaqwa, H. Nurkholis Wardi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan peziarah.
“Ziarah tetap bisa dilakukan, hanya saja ada pembatasan area untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses renovasi,” jelas Nurkholis.
Revitalisasi makam Kiyai Noer Alie ini diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat nilai-nilai perjuangan, pendidikan, dan keteladanan yang diwariskan oleh sang ulama besar kepada generasi penerus bangsa. (Humas/bg)





