Sosial Budaya & Keagamaan

Pramuka Babelan Kenalkan Keteladanan KH Noer Alie melalui Wisata Ziarah Sejarah

BEKASI — Sebanyak 100 anggota Pramuka dari Kwartir Ranting (Kwarran) Babelan mengikuti kegiatan wisata ziarah ke makam KH Noer Alie, Pahlawan Nasional asal Bekasi, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Jumat-Sabtu-Minggu (Perjusami) yang berlangsung di Lapangan Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada 25–27 September 2026.

Kegiatan ziarah ini tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan sejarah dan penanaman nilai-nilai patriotisme kepada anggota Pramuka, khususnya golongan Siaga dan Penggalang.

Rombongan dipimpin Ketua Kwartir Cabang Babelan, Kak Juliawati, M.Pd. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat sosok KH Noer Alie, ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Kak Juliawati, pengenalan terhadap tokoh sejarah perlu dilakukan secara langsung agar generasi muda tidak hanya mengetahui nama seorang pahlawan, tetapi juga memahami nilai perjuangan dan keteladanan yang diwariskannya.

“Kami ingin anak-anak Siaga dan Penggalang mengenal lebih dekat sosok Pahlawan Nasional KH Noer Alie, putra Bekasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Dari kisah perjuangan beliau, kami berharap tumbuh jiwa patriotisme, cinta tanah air, keberanian, dan semangat untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Kak Juliawati.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini penting untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. Dengan mendatangi langsung makam dan mempelajari sejarah tokoh, para anggota Pramuka diharapkan dapat mengambil nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan kehidupan mereka saat ini.

Belajar Sejarah secara Interaktif

Di hadapan para Andika Pramuka Siaga dan Penggalang, Kak Maimunah Mukhtar, M.Pd. turut menyampaikan kisah-kisah keteladanan KH Noer Alie. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.

Antusiasme para peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah Andika aktif mengajukan pertanyaan mengenai perjalanan hidup, perjuangan, serta keteladanan KH Noer Alie. Mereka juga tampak tekun mencatat berbagai informasi yang disampaikan oleh narasumber.

Catatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi para peserta untuk menceritakan kembali hasil pembelajaran kepada kakak pembina maupun teman-temannya setelah kegiatan Perjusami selesai.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui pengalaman langsung. Ziarah ke makam tokoh perjuangan menjadi momentum untuk mempertemukan generasi muda dengan jejak sejarah yang berada di lingkungan mereka sendiri.

Membuka Ruang Studi Sejarah

Sementara itu, sekretaris umum yayasan Attaqwa menyampaikan bahwa pihaknya membuka seluas-luasnya kesempatan kepada berbagai kalangan untuk berkunjung dan menjadikan kawasan makam KH Noer Alie sebagai bagian dari studi sejarah, khususnya mengenai kepahlawanan dan ketokohan ulama pejuang asal Bekasi tersebut.

Menurut sekretaris umum yayasan Attaqwa, H. Nurkholis Wardi, M.Kn di tengah kehidupan modern ketika kesahajaan dan keteladanan tokoh semakin jarang ditemui, mempelajari kembali kisah para pejuang dan ulama yang hidup bersahaja menjadi penting bagi generasi muda.

Kisah KH Noer Alie tidak hanya menyimpan catatan tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai keteladanan yang dapat dipelajari oleh generasi penerus.

“Di masa ketika kesahajaan tokoh dan keteladanan menjadi sesuatu yang semakin langka, mempelajari kisah para pejuang dan ulama yang bersahaja menjadi sebuah oase bagi anak-anak didik. Dari sana mereka dapat belajar tentang perjuangan, pengabdian, keberanian, dan ketulusan yang diharapkan menjadi bekal bagi kehidupan mereka di kemudian hari,” demikian disampaikan sekum yayasan Attaqwa.

Melalui kegiatan tersebut, wisata ziarah tidak berhenti pada kegiatan mengenang seorang pahlawan, tetapi berkembang menjadi ruang pembelajaran sejarah, pembentukan karakter, dan penanaman semangat kebangsaan bagi generasi muda. (Humas/abg)

Artikel Lainnya

Sosial Budaya & Keagamaan

Dalam Rangka Milad 6 Dekade Pondok Pesantren Attaqwa Attaqwa Putri Menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Antar Alumni

Bekasi, 29 Juni 2024. Dalam rangka memperingati milad ke-60 (6 dekade, pondok pesantren Attaqwa putri menyelenggarakan serangkaian kegiatan pra event,
Sosial Budaya & Keagamaan

Dewan Masjid Attaqwa Gelar Haul Umum dan Pengajian untuk para Guru Perintis

Ujungharapan 19 Juli 2024. – Dalam rangka menghormati jasa guru-guru terdahulu, Dewan Masjid Attaqwa Putra mengadakan haul umum dan pengajian