Bekasi, 17 September 2025 – Pondok Pesantren Attaqwa kembali menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih Juara Umum Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2025 yang digelar di Pondok Pesantren Sirojul Ummah, Bekasi.
Ajang MQK ini merupakan kompetisi bergengsi antar pesantren yang menguji kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kandungan kitab kuning secara komprehensif. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan santri dalam kajian ilmu-ilmu Islam serta menyiapkan kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.
Rekapitulasi Prestasi Kontingen Attaqwa
Tingkat Ula
-
Putra: Juara 1 Tarikh, Juara 2 Tauhid
-
Putri: Juara 1 Nahwu, Juara 2 Fiqih, Juara 3 Tarikh, Juara 3 Tauhid
Tingkat Wustha
-
Putra: Juara 1 Akhlak, Juara 1 Tafsir, Juara 1 Hadits, Juara 1 Ushul Fiqh, Juara 1 Tauhid
-
Putri: Juara 1 Akhlak, Juara 1 Nahwu, Juara 1 Tarikh, Juara 3 Ushul Fiqih
Tingkat Ulya
-
Putri: Juara 1 Fiqih
Dengan hasil tersebut, Pondok Pesantren Attaqwa resmi mempertahankan gelar juara umum MQK tingkat Kabupaten Bekasi.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H. Hudaya, dalam sambutannya menegaskan bahwa MQK bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga sarana kaderisasi ulama yang menguasai warisan keilmuan Islam klasik. “Melalui MQK, kita ingin mewujudkan Pesantren Berdaya dan membentuk karakter Qurani, lahir batin juara,” ujarnya.
Pemda Bekasi juga menyiapkan hadiah bagi seluruh pemenang sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada panitia serta Pondok Pesantren Sirojul Ummah selaku tuan rumah penyelenggara.
Syukur dan Harapan
Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra, KH. Husnul Amal, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan santri Attaqwa mempertahankan gelar juara umum. Beliau mengapresiasi kerja keras santri dan guru pembimbing yang terus menjaga karakter khas pesantren melalui kajian kitab turats.
“Kami berharap pemerintah Kabupaten Bekasi dapat segera memperhatikan masa depan pesantren dengan membuat peraturan bupati khusus tentang pesantren,” ungkap KH. Husnul Amal.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri Attaqwa dan pesantren lain di Bekasi untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan Islam serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.(Humas/bg)





