Jakarta, 1 Mei 2025 — Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putra dan Putri resmi dikukuhkan dalam kepengurusan Forum Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren Indonesia (PK-TREN Indonesia) dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (1/5).
Dalam jajaran kepengurusan tersebut, sejumlah tokoh dari Pondok Pesantren Attaqwa menempati posisi strategis. Di antaranya, Dr. KH. Irfan Mas’ud ditetapkan sebagai Pembina, Ustazah Hj. Atiqoh Noer, MA sebagai Penasehat, KH. Husnul Amal, D.E.S.A. sebagai Wakil Ketua Umum, dan KH. Cecep Maskanul Hakim sebagai anggota Dewan Pakar.
Acara yang juga dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan ulama ternama. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menegaskan peran strategis pesantren dalam membangun karakter bangsa.
“Pesantren bukan sekadar tempat belajar, melainkan pusat kehidupan. Ia memiliki kekhasan yang membedakannya dari lembaga pendidikan umum,” ujar Menag. Menurutnya, pesantren memberikan ruang besar pada dimensi spiritual dan pengalaman batin yang tak didapat dalam pendidikan umum yang cenderung berorientasi pada pendekatan deduktif semata.
Sementara itu, KH. Husnul Amal, D.E.S.A., selaku Wakil Ketua Umum PK-TREN Indonesia, menyampaikan bahwa forum ini dibentuk untuk memperkuat sinergi antar-pesantren dan menjawab tantangan zaman dengan semangat kolaborasi.
“PK-TREN Indonesia adalah forum lintas ormas, mudah-mudahan menjadi wadah pemersatu seluruh pesantren. Sesuai tagline-nya Dari Pesantren untuk Dunia, forum ini juga akan memperkenalkan kekhasan pendidikan pesantren dan karya para ulama Indonesia ke dunia,” tutur Kiai Amal.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Mantan Wakil Presiden RI), Dr. KH. Ilyas Marwal (Ketua Umum PK-TREN Indonesia), dan Dr. Hidayat Nurwahid (Mantan Ketua MPR RI), yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terbentuknya forum ini.
Forum PK-TREN Indonesia diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai Islam, memperkokoh persatuan umat, dan mendorong kontribusi pesantren dalam pembangunan peradaban nasional maupun global. (Humas/bg)





