Bekasi, 24 Juli 2026 – SMK IT Attaqwa 09 mengawali kegiatan belajar mengajar (KBM) sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan melaksanakan program Pembiasaan Baik yang diikuti seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini menjadi salah satu budaya sekolah dalam membangun karakter peserta didik yang disiplin, religius, dan berakhlak mulia.
SMK IT Attaqwa 09 yang berlokasi di Ujungharapan Gang Al-Ikhlas, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, secara konsisten melaksanakan program tersebut empat kali dalam sepekan, setiap Selasa hingga Jumat. Tahun ini, sekolah memiliki 416 peserta didik, termasuk 159 siswa baru kelas X yang mengikuti rangkaian MPLS.
Program Pembiasaan Baik bertujuan membentuk generasi vokasi Qur’ani yang unggul dalam IMTAQ dan terdepan dalam IPTEK, sekaligus menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, integritas, dan akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi peserta didik melalui pembentukan kebiasaan positif dan kedisiplinan, program ini juga menjadi sarana bagi guru untuk melakukan evaluasi diri (self evaluation) terhadap pelaksanaan pembelajaran dan pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
Kepala SMK IT Attaqwa 09, H. Abd. Muiz, M.Pd., menyampaikan bahwa budaya pembiasaan baik merupakan investasi karakter yang harus terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. “Program Pembiasaan Baik bukan hanya menjadi rutinitas sebelum pembelajaran dimulai, tetapi merupakan proses pembentukan budaya sekolah yang melahirkan generasi vokasi Qur’ani. Kami ingin peserta didik tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, disiplin, tanggung jawab, serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Budaya baik ini akan terus kami pelihara sebagai identitas SMK IT Attaqwa 09.”
Selanjutnya H. Abd. Muiz, M.Pd menyampaikan bahwa implementasi praktik baik tersebut memberikan dampak nyata terhadap penguatan tata kelola sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran. “Praktik Baik di lingkungan masyarakat pembelajar SMK IT Attaqwa 09 sangat efektif untuk terus diterapkan secara berkesinambungan. Sebagai Wakil Kepala Sekolah, kegiatan ini sangat membantu kami menjalankan fungsi manajerial, pengembangan sekolah, serta supervisi terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui pembiasaan ini kami dapat mengorganisasi proses pembelajaran dengan lebih baik, membangun kolaborasi antar guru, sekaligus memantau perkembangan peserta didik secara langsung.”
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut mempermudah sekolah dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan kedisiplinan. “Kami dapat segera mengidentifikasi berbagai bentuk indisipliner, baik yang terjadi pada guru maupun peserta didik. Dengan demikian, solusi dapat dirumuskan secara cepat, tepat, dan melibatkan seluruh unsur sekolah sehingga budaya disiplin benar-benar tumbuh menjadi karakter bersama.”
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nur Septi Fajarwati, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa program Pembiasaan Baik merupakan bagian penting dalam membangun iklim belajar yang kondusif.
“Pembiasaan Baik menjadi fondasi pembelajaran di SMK IT Attaqwa 09. Ketika siswa memulai hari dengan kegiatan yang positif, suasana belajar menjadi lebih tertib, fokus, dan bermakna. Guru pun memiliki kesempatan melakukan refleksi serta memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai target kurikulum sekaligus tetap menguatkan pendidikan karakter. Kami berharap budaya ini menjadi kebiasaan yang terus melekat pada seluruh warga sekolah.”
Melalui pelaksanaan program Pembiasaan Baik yang dilaksanakan secara konsisten, SMK IT Attaqwa 09 menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami. Sekolah berharap budaya positif ini mampu melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas, berdaya saing, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. (Humas/abg)





