Bekasi, 15 November 2025 — Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nasroh berlangsung khidmat di kawasan Perumahan Vila Indah Residence, Kecamatan Babelan, pada Sabtu (15/11). Acara ini dihadiri oleh segenap pengurus Yayasan Attaqwa, para wakif, Camat Babelan, Lurah Babelan, Lurah Setia Asih, jajaran pengurus DMI wilayah Babelan, serta tokoh masyarakat setempat.
Masjid An-Nasroh berdiri di atas lahan wakaf yang diberikan oleh dua keluarga wakif. Haji Husein dan Hajjah Nasroh mewakafkan 1.000 m² tanah beserta bangunan masjid, sementara Haji Dul Gani dan Hajjah Nonih mewakafkan 900 m² tanah tambahan yang terhubung langsung dengan lokasi masjid, sehingga memperluas kawasan ibadah bagi masyarakat sekitar. Adapun luas bangunan masjid tercatat 468 m² (26 x 18 m). Nama “An-Nasroh” dipilih sebagai identitas masjid, yang dalam bahasa Arab bermakna pertolongan.
Makna Kehadiran Masjid bagi Ummat
Dalam sambutannya, Camat Babelan H. Khoirudin Muntaha menegaskan pentingnya pembangunan masjid sebagai pusat spiritual masyarakat.
“Masjid adalah kebutuhan umat. Di sini warga dapat meningkatkan ketakwaan dan memperkuat silaturahmi. Kami mengucapkan jazakumullah khairan kepada para donatur dan wakif. Semoga masjid ini memberi manfaat luas bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Wakaf yang Mengalir Hingga Hari Kiamat
Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan masjid ini. Beliau menjelaskan bahwa wakaf masjid merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga yaumil qiyamah.
“Kita niatkan wakaf masjid ini sebagai amal abadi. Masjid adalah bangunan yang memberi manfaat besar bagi umat. Nama An-Nasroh berkaitan pula dengan nama salah satu wakif, Hajjah Nasroh, yang berarti pertolongan. Semoga masjid ini menjadi pertolongan bagi kita semua di akhirat,” ungkapnya.
Beliau juga mengenang sosok Pahlawan Nasional KH. Noer Alie, yang dikenal dengan julukan Abul Madaris dan Abul Masajid—Bapak pendiri sekolah dan masjid—yang telah menumbuhkan banyak lembaga pendidikan dan rumah ibadah di Bekasi.
“Bekasi adalah kota yang rukun, religius, dan insyaAllah menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.
KH. Irfan turut mengajak jamaah mendoakan para wakif agar Allah menempatkan mereka di surga, serta mengalirkan pahala jariyah bagi anak dan keturunannya.
Wakaf Sebagai Ladang Amal Jariyah
Perwakilan wakif, Haji Marzuki Husein dan Nurrohman, turut memberikan sambutan. Mereka menjelaskan bahwa wakaf tanah dan bangunan ini merupakan bentuk ladang amal untuk kedua orang tua mereka.
“Semoga wakaf ini menjadi sumber pahala yang tidak terputus, sebagaimana disebut oleh KH. Irfan, bahwa amal wakaf akan terus mengalir sampai yaumil qiyamah,” ujarnya.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung lancar, diiringi doa bersama dan harapan besar agar Masjid An-Nasroh menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial masyarakat Vila Indah Residence dan wilayah sekitarnya. Masjid ini diharapkan selesai sesuai rencana dan segera dapat dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan ketakwaan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. (Humas/bg)





