Perguruan

Menuju Jamtaqwa Oktober 2026, 3.123 Pramuka Attaqwa Bakal Penuhi Buperta Cibubur

BEKASI — Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, diprediksi bakal dipenuhi ribuan tenda pada pertengahan Oktober mendatang. Sebanyak 3.123 peserta dari 172 lembaga pendidikan di lingkungan Yayasan Attaqwa akan berkumpul dalam Jambore Attaqwa (Jamtaqwa) 2026.

Kegiatan akbar yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dua malam, 15–17 Oktober 2026, tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 70 tahun Yayasan Attaqwa.

Mengusung tema “Bersinergi dalam Ukhuwah, Berkarya di Usia 7 Dekade Yayasan Attaqwa: Pramuka Attaqwa Benar, Pintar, Terampil”, Jamtaqwa 2026 tidak sekadar dirancang sebagai kegiatan perkemahan. Jambore ini menjadi momentum mempertemukan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan sekaligus memperkuat persaudaraan dalam satu keluarga besar Yayasan Attaqwa.

Berdasarkan master plan kegiatan yang direlease ke Humas yayasan Attaqwa, ribuan peserta tersebut tergabung dalam 347 regu/sangga. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari MI/SD/SDIT, MTs/SMP/SMPIT hingga MA yang berada di lingkungan Yayasan Attaqwa.

Besarnya jumlah peserta membuat Jamtaqwa 2026 diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan besar keluarga Yayasan Attaqwa. Ratusan regu akan membawa perlengkapan perkemahan masing-masing dan menempati kawasan yang telah dibagi sesuai kelompok perkemahan.

Satu Panji, Satu Ukhuwah

Sekretaris Perguruan Attaqwa, kak Dr. Khaerul Umam Noer, menjelaskan bahwa Jamtaqwa memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan kepramukaan. Menurutnya, pertemuan ribuan peserta dari berbagai lembaga pendidikan menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran bahwa seluruh peserta merupakan bagian dari satu keluarga besar Attaqwa.

“Jamtaqwa ini menjadi momentum untuk mempertemukan anak-anak kita dari berbagai lembaga dalam satu suasana, satu kebersamaan dan satu panji Attaqwa. Mereka datang dari sekolah dan cabang yang berbeda, tetapi ketika berada di Jamtaqwa, semuanya adalah bagian dari keluarga besar Yayasan Attaqwa,” ujar Dr. Khaerul Umam Noer.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan tersebut penting untuk terus dirawat, terutama di tengah usia Yayasan Attaqwa yang memasuki tujuh dekade.

“Di usia 70 tahun ini, yang ingin kita wariskan bukan hanya sejarah panjang Attaqwa, tetapi juga semangat ukhuwah, kebersamaan dan tradisi berbuat baik. Jamtaqwa menjadi salah satu ruang untuk menanamkan nilai itu kepada generasi penerus,” katanya. (Draf kutipan, perlu konfirmasi narasumber).

Bukan Sekadar Berkemah

Jamtaqwa 2026 dirancang untuk membentuk karakter peserta melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Sejumlah nilai yang menjadi sasaran kegiatan antara lain akhlakul karimah, kedisiplinan, kemandirian, keterampilan, wawasan keagamaan dan keilmuan.

Semangat tersebut dirangkum dalam identitas H.E.B.A.T, yakni Harmoni, Edukatif, Berprestasi, Adaptif dan Terampil.

Nilai-nilai tersebut akan dihadirkan melalui berbagai kegiatan yang memadukan pendidikan, kepramukaan, tantangan fisik, keterampilan dan kebersamaan.

Peserta tidak hanya akan mendirikan tenda dan mengikuti kegiatan seremonial. Berbagai agenda telah disiapkan untuk memberikan pengalaman yang menantang sekaligus edukatif.

Sejumlah kegiatan yang dijadwalkan antara lain Saka SAR Dayung, simulasi panjat dan turun tebing, mitigasi bencana, teknik hidup di alam bebas, lomba keterampilan pramuka, baris-berbaris, wide game, api unggun serta sejumlah kegiatan menantang lainnya.

Rangkaian agenda tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk belajar mengambil keputusan, bekerja sama, menjaga kedisiplinan dan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.

Empat Kempa Disiapkan

Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang mencapai ribuan orang, kawasan perkemahan Jamtaqwa 2026 dibagi ke dalam sejumlah kelompok atau Kempa.

Untuk peserta putra, terdapat Kempa 1 “KH. Noer Alie” yang diperuntukkan bagi MI dan MTs cabang, Kempa 2 “KH. Moch. Amin Noer” untuk MTs Pusat, serta Kempa 3 “KH. Nurul Anwar” untuk MA Pusat dan Cabang.

Sementara peserta putri ditempatkan di Kempa 4 “Hj. Atigoh Noer Alie”, yang menggabungkan seluruh tingkatan peserta putri.

Pembagian tersebut menjadi bagian dari persiapan teknis untuk mengelola ribuan peserta agar pelaksanaan jambore berlangsung tertib, aman dan terorganisasi.

70 Tahun Attaqwa, Jamtaqwa Jadi Momentum Istimewa

Salah seorang panitia, kak Ibas Holisah, M.Pd., menyebut Jamtaqwa tahun ini memiliki nilai istimewa karena berlangsung bertepatan dengan momentum 70 tahun perjalanan Yayasan Attaqwa.

Menurutnya, angka 70 tahun bukan sekadar penanda usia organisasi, tetapi menjadi momentum untuk mempertemukan generasi yang telah, sedang dan akan meneruskan perjuangan Attaqwa.

“Jambore tahun ini sangat istimewa karena menjadi bagian dari momentum 70 tahun Yayasan Attaqwa. Anak-anak yang hadir bukan hanya mengikuti kegiatan pramuka, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perjalanan tujuh dekade Attaqwa,” kata kak Ibas.

Ia mengatakan, pengalaman yang diperoleh peserta selama Jamtaqwa diharapkan dapat menjadi bekal untuk tumbuh sebagai generasi yang memiliki karakter, keterampilan dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.

“Kami ingin Jamtaqwa 2026 meninggalkan pengalaman yang kuat bagi peserta. Mereka belajar tentang disiplin, keberanian, kerja sama, kemandirian dan ukhuwah. Semangat itulah yang ingin kita bawa dalam memasuki babak baru perjalanan Yayasan Attaqwa setelah 70 tahun,” ujarnya. (Draf kutipan, perlu konfirmasi narasumber).

Persiapan Terus Dimatangkan

Menjelang hari pelaksanaan, panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis. Tahapan persiapan mencakup sosialisasi dan distribusi petunjuk pelaksanaan serta petunjuk teknis ke sekolah, pendaftaran kontingen, pelunasan camp fee, hingga technical meeting dan gladi simulasi.

Dengan jumlah peserta mencapai lebih dari tiga ribu orang, Jamtaqwa 2026 diprediksi akan menghadirkan pemandangan berbeda di Buperta Cibubur. Ratusan regu, ribuan peserta dan tenda-tenda perkemahan akan membentuk sebuah kawasan yang menggambarkan besarnya keluarga besar Yayasan Attaqwa. (Humas/abg)

 

Artikel Lainnya

Perguruan

Olimpiade Siswa Attaqwa 2024: Ajang Kompetisi Sains untuk Generasi Berprestasi

Kamis, 29 Agustus 2024. Perguruan Attaqwa menyelenggarakan Olimpiade Siswa Attaqwa 2024 pada Kamis, 29 Agustus 2024, di Pondok Pesantren Attaqwa
Perguruan

Karnaval Siswa Raudhatul Athfal Perguruan Attaqwa dan Pentas Dongeng berlangsung meriah

Sabtu, 31 Agustus 2024, suasana di Pelataran Aula KH Noer Alie Pesantren Attaqwa Putri dipenuhi dengan kegembiraan dan keceriaan. Acara