Bekasi, 25 Nopember 2025. — Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momentum berharga untuk kembali mengenang keteladanan Sang Guru Utama, KH. Noer Alie, ulama kharismatik yang sepanjang hidupnya tidak pernah meninggalkan profesi sebagai pendidik. Dalam seluruh aktivitasnya, beliau selalu menempatkan peran guru sebagai jalan pengabdian, pencerahan, dan pembentukan karakter umat.
KH. Noer Alie dikenal sebagai sosok yang tetap mengajar hingga akhir hayat. Beliau konsisten menyempatkan diri memberikan pengajaran kepada mahasiswa Pesantren Tinggi Attaqwa—yang kini menjadi Ma’had Aly KH. Noer Alie—di serambi Masjid Attaqwa, tempat beliau menanamkan ilmu, adab, dan kecintaan pada Al-Qur’an.
Salah satu tradisi istimewa yang masih dikenang para alumni ialah ujian kelulusan siswa kelas 3 aliyah pada masa beliau hidup. Seorang siswa hanya dinyatakan lulus apabila berhasil melewati tes Al-Qur’an yang diuji langsung oleh KH. Noer Alie pada momen i’tikaf di Masjid Attaqwa. Ketegasan beliau dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an menunjukkan betapa tingginya standar keilmuan dan keikhlasan yang beliau terapkan.
Keteladanan Literasi dari Sang Guru
Di luar kegiatan mengajar, KH. Noer Alie juga dikenal sebagai sosok yang sangat haus literasi. Para murid masih mengingat bagaimana beliau rutin membaca koran Merdeka di tangga depan masjid. Di tengah murid yang lalu-lalang, beliau tetap terlihat serius, tekun, dan fokus membacanya. Kebiasaan ini menjadi pesan kuat bahwa seorang guru harus rajin membaca, mengikuti perkembangan informasi, dan memperkaya pengetahuan.
Pada era 1980-an, ketika koran belum tersedia di kawasan Ujungharapan, KH. Noer Alie rela menyuruh orang untuk membelinya setiap hari ke wilayah Bekasi Kota. Ini menjadi bukti betapa beliau menempatkan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari jatidiri seorang guru.
Pesan Hari Guru Nasional: Cinta sebagai Kunci Pendidikan
Dalam rangka Hari Guru Nasional, Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setulusnya kepada para guru, para pendidik yang telah menjadi sokoguru dalam pembangunan sumber daya manusia. Bina al-insan asasun fi binaa al-‘umran, pembentukan manusia merupakan asas dalam pembangunan peradaban. “Semoga segala dedikasi, keikhlasan, dan ilmu yang ditanamkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, serta Allah memberkahi setiap langkah para guru dalam membimbing generasi menuju kemuliaan dan keberadaban.” ujar KH. Irfan Mas’ud.
Attaqwa: Lembaga Pendidikan yang Berakar pada Warisan Keilmuan
Yayasan Attaqwa saat ini mengasuh ribuan peserta didik melalui lembaga pendidikan yang lengkap, mulai dari raudhatul athfal, ibtidaiyah/SD, tsanawiyah/SMP, aliyah/SMA/SMK, hingga perguruan tinggi. Dengan jumlah peserta didik yang besar, keberadaan guru profesional menjadi pilar utama keberlangsungan pendidikan yang bermutu.
Posisi guru sebagai agent of knowledge sangat sentral dalam menjaga kualitas pendidikan Attaqwa. Maka, komitmen yayasan terhadap penguatan profesionalisme dan karakter guru menjadi prioritas yang terus dijaga.
Peringatan Hari Guru Nasional mengingatkan bahwa tugas guru adalah melanjutkan warisan mulia para pendahulu seperti KH. Noer Alie: mengajar dengan cinta, memperkaya diri dengan literasi, dan membimbing dengan akhlak.
Warisan beliau tidak hanya tertulis di buku sejarah, tetapi hidup dalam ribuan alumni, lembaga pendidikan Attaqwa, serta guru-guru yang terus berjuang mencerdaskan dan membentuk karakter bangsa.
Selamat Hari Guru Nasional. (Humas/bg)





