Bekasi, Selasa (10/2/2026) — Konsolidasi keorganisasian menjadi syarat mutlak bagi kelanggengan sebuah organisasi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan kunjungan kerja dan silaturrahmi Pengurus Yayasan Attaqwa Pusat ke Yayasan Attaqwa ke 14 cabang yayasan Attaqwa yang dipusatkan di yayasan Attaqwa Cabang Teluk Pucung yang dilaksanakan di MI Attaqwa 26.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan Yayasan Attaqwa Pusat dalam rangka melakukan konsolidasi keorganisasian ke seluruh yayasan cabang. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus pusat, pengurus cabang, dewan pembina, serta perwakilan dari berbagai cabang Yayasan Attaqwa wilayah zona 3.
Sambutan tuan rumah disampaikan oleh Mahdi Soekarta, S.T.Hi ketua yayasan Attaqwa cabang Teluk Pucung. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin di wilayah Yayasan Attaqwa Cabang Teluk Pucung serta menyampaikan apresiasi karena telah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan. Ia menegaskan bahwa Yayasan Attaqwa selama ini menjadi panutan dalam pengelolaan pendidikan dan organisasi keislaman.
Pengarahan selanjutnya disampaikan oleh Dewan Pembina Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Abdul Jabbar. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya konsep benar, pintar, dan terampil yang harus diterapkan di seluruh lini pendidikan, mulai dari RA, MI/SD, MTs/SMP, SMA/MA hingga perguruan tinggi. Menurutnya, setiap jenjang pendidikan memiliki konsep dan keunggulan masing-masing yang harus dikembangkan secara optimal.
Kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) yang disampaikan oleh ketua Yayasan Attaqwa Cabang Cakung Payangan, Siti Mariyam, S.Pd. Ia memaparkan pengelolaan madrasah di cabangnya hingga mampu meraih berbagai keunggulan, di antaranya jumlah peserta didik yang mencapai 840 siswa serta predikat Sekolah Ramah Anak. Keberhasilan tersebut, menurutnya, diraih melalui kerja keras dan kebersamaan seluruh unsur yayasan.
Pengarahan sekaligus presentasi utama disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA. Ia mengawali dengan memperkenalkan jajaran pengurus kepada para pengurus cabang agar terjalin saling mengenal dan memperkuat sinergi. Dalam pemaparannya, ia menyinggung usia Yayasan Attaqwa yang genap 70 tahun pada 2026 ini, sejak berdiri pada 6 Agustus 1956, sebagai perjalanan panjang yang penuh dinamika dan berbagai capaian positif.
Dr. KH. Irfan Mas’ud mengajak seluruh pengurus untuk mensyukuri capaian tersebut, karena dengan bersyukur maka nikmat akan terus bertambah. Ia menyoroti berbagai aset nyata yang dimiliki Yayasan Attaqwa, termasuk tersebarnya cabang-cabang di berbagai daerah, yang harus dijaga dan dikembangkan bersama. Menurutnya, perjuangan melalui organisasi Attaqwa merupakan bagian dari jalan ibadah dalam mencetak generasi yang benar, pintar, dan terampil.
Ia juga mengingatkan kembali perjuangan para pendiri, khususnya KH. Noer Alie, dalam membangun sekolah, mempertahankan corak ibadah, hingga membuka akses jalan umum dengan penuh pengorbanan. Seluruh perjuangan tersebut, tegasnya, bermuara pada ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Ketua Umum menegaskan pentingnya konsolidasi ke seluruh 54 cabang Yayasan Attaqwa yang dilakukan secara berkelanjutan. Tata kelola organisasi harus digerakkan oleh konsep tauhid sebagai pandangan hidup (Islamic worldview), dengan kesadaran sebagai hamba Allah sekaligus khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan tiga bidang utama dalam organisasi Yayasan Attaqwa, yakni bidang pendidikan, dewan masjid, dan wakaf. Pendidikan diibaratkan sebagai “sawah” yang menumbuhkan nilai-nilai keislaman dalam setiap profesi. Ia menegaskan bahwa akhlak tidak dapat dipisahkan dari Al-Qur’an sebagai landasan, serta pentingnya kepemimpinan, kreativitas, dan creative thinking dalam menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan konsolidasi ini diharapkan semakin memperkuat kebersamaan, kesamaan visi, dan komitmen seluruh jajaran Yayasan Attaqwa dalam menjaga dan mengembangkan amanah perjuangan pendidikan dan keumatan (Humas/abg)





