Arafah – Lebih dari dua juta jamaah haji dari berbagai negara memadati Padang Arafah pada Selasa (26/5/2026) untuk melaksanakan wukuf, puncak ibadah haji. Di antara jutaan jamaah tersebut, ratusan jamaah KBIHU Attaqwa turut mengikuti prosesi wukuf dengan penuh khidmat.
Dalam khutbah Arafah, H. Khoirul Anwar, M.Pd. menyampaikan pesan mendalam tentang makna takwa sebagai bekal utama kehidupan. Ia mengutip firman Allah, “Berbekallah. Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang menguji kesabaran, keikhlasan, dan keluasan hati setiap jamaah. “Haji mengajarkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari kesombongan. Kemuliaan lahir dari takwa, lahir dari akhlak, lahir dari kemampuan menahan diri saat lelah, tetap santun saat berdesakan, tetap sabar saat menunggu, dan tetap peduli saat melihat saudara membutuhkan bantuan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menambahkan, di tengah jutaan manusia yang berkumpul di Tanah Suci, ibadah haji menjadi ujian nyata bagi watak dan kepribadian seseorang. “Di tengah panas dan padat, haji menguji kesabaran kita. Di tengah keterbatasan fisik, haji menguji keikhlasan kita. Di tengah perbedaan kebiasaan, haji menguji keluasan hati kita,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, mengingatkan jamaah agar memanfaatkan momentum wukuf di Arafah untuk memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT. Menurutnya, keistimewaan Arafah sering kali terlupakan, padahal seluruh waktu di Arafah merupakan saat mustajab untuk berdoa.
“Wukuf di Arafah sering dilupakan keistimewaannya. Padahal di semua waktu saat di Arafah doa-doa diijabah oleh Allah. Jangan banyak santai saat di Arafah, isi dengan doa-doa terbaik. Doakan keluarga, guru-guru, dan doakan juga untuk bangsa,” pesannya.
Hari Arafah sendiri dikenal sebagai hari penuh ampunan dan rahmat. Pada hari itu, jutaan jamaah memanjatkan doa dengan penuh harap agar memperoleh ampunan serta keberkahan dari Allah SWT, setelah menempuh perjalanan panjang dan pengorbanan besar menuju Tanah Suci. (Humas/abeng)





