Pondok Pesantren

Haflah Iftitah dan Tasyakur Akbar Milad ke-70 Attaqwa menghadirkan Ustaz Prof. H. Abdul Somad.

BEKASI — Pondok pesantren Attaqwa menggelar Haflah Iftitah dan Tasyakur Akbar Milad Attaqwa ke-70 berlangsung di Masjid Jami’ Attaqwa, Pondok Pesantren Attaqwa Putra, Ujung Harapan, Bekasi, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., serta diikuti para santri, wali santri, guru, dan keluarga besar Attaqwa.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan program Damai Indonesiaku TV One itu berlangsung semarak. Selain agenda utama, kegiatan juga dirangkai dengan pertemuan antara wali kelas dan wali santri serta menghadirkan berbagai venue yang menyediakan beragam kebutuhan dan fasilitas bagi para pengunjung.

Mudirul Am Pondok Pesantren Attaqwa putra, KH. Husnul Amal, D.E.S.A., mengajak seluruh keluarga besar Attaqwa menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mengambil keberkahan sekaligus memperkuat komitmen dalam mendidik generasi.

Menurut beliau, pendidikan anak tidak semestinya hanya diukur melalui prestasi akademik. Setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi yang berbeda sehingga pendidikan harus memandang anak sebagai makhluk yang dititipkan Allah SWT kepada orang tua dan para pendidik. “Semua anak memiliki keistimewaan. Kita jangan hanya mengejar tujuan, tetapi juga menjalani prosesnya dengan disiplin dan bantuan doa,” ujarnya.

Ia menekankan, cita-cita pendidikan yang paling mulia adalah ketika seorang anak kelak mampu mendoakan kedua orang tuanya. Karena itu, pendidikan merupakan proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, keteladanan, dan doa.

Dalam konteks pendidikan pesantren, KH. Husnul Amal mengingatkan pentingnya mempertahankan dua pilar utama, yakni memperdalam Al-Qur’an dan kitab kuning sebagai ciri khas sebuah pesantren.

Sementara itu, Pimpinan Umum Perguruan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, mengatakan perjalanan 70 tahun Attaqwa merupakan nikmat yang patut disyukuri. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS Ibrahim ayat 7, “La’in syakartum la azidannakum”—jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.

Menurut Kiayai Irfan, keberadaan dan perkembangan Attaqwa hingga memasuki usia 70 tahun tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT serta keikhlasan para pendahulu dan umat yang telah berjuang membangun lembaga tersebut.

Ia mengingatkan bahwa Attaqwa merupakan warisan amanah yang dirintis oleh KH Noer Alie sejak 1956. Karena itu, generasi penerus tidak cukup hanya mengenang dan mendoakan para pendahulu, tetapi juga harus menjaga dan mengembangkan amanah tersebut. “Tugas kita menjaga warisan. Ini bukan warisan sembarangan, tetapi warisan amanah yang telah susah payah dirintis oleh pendahulu-pendahulu kita,” katanya.

Kiyai Irfan mengajak seluruh keluarga besar Attaqwa untuk terus menjaga jati diri lembaga, terutama dalam mempertahankan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pedoman. Menurut beliau, Attaqwa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan terus melakukan inovasi. Namun, adaptasi tersebut tidak boleh menghilangkan identitas dan nilai-nilai dasar yang telah menjadi fondasi Attaqwa.

“Beradaptasi boleh, jangan meninggalkan identitas kita. Mari melakukan inovasi yang semakin mengembangkan Attaqwa agar memberikan kemanfaatan yang lebih luas. Jati diri kita tidak boleh bergeming, tetapi kita tetap melakukan perbaikan sesuai tuntunan zaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., menyampaikan tahniah atas Milad Attaqwa ke-70. Ia menilai keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan dan keberlanjutan pendidikan Islam.

Menurutnya, kepemimpinan dapat berganti dan zaman terus berubah, tetapi Islam akan tetap hidup selama terdapat lembaga yang menyelenggarakan pendidikan, khususnya pendidikan agama. “Pemimpin boleh berganti, zaman boleh berubah, tetapi Islam tidak pernah hilang selama ada lembaga pendidikan,” ujar Abdul Somad.

Ia menilai Attaqwa memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan Islam. Karena itu, keberadaan Attaqwa perlu terus dirawat dan dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Pada kesempatan itu, Abdul Somad juga mengajak masyarakat dan keluarga besar Attaqwa untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan Attaqwa Putra Center KH Nurul Anwar. Pusat tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelayanan, koordinasi, dan pengembangan berbagai aktivitas Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Menurut Abdul Somad, pembangunan tersebut masih membutuhkan berbagai penyempurnaan fasilitas sehingga diperlukan dukungan dan partisipasi banyak pihak.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan dukungan terhadap pembangunan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam.

Milad ke-70 Jadi Momentum Perkuat Peran Attaqwa

Haflah Iftitah dan Tasyakur Akbar Milad Attaqwa ke-70 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan sejarah, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali arah perjuangan lembaga.

Memasuki usia tujuh dekade, Attaqwa didorong untuk terus menjaga nilai dan identitas yang diwariskan para pendahulu sekaligus menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita agar Attaqwa terus memberikan manfaat yang semakin luas bagi umat melalui pendidikan, dakwah, dan pengembangan sumber daya manusia.

Kehadiran para wali santri, santri, guru, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut semakin menegaskan bahwa perjalanan Attaqwa selama 70 tahun merupakan perjalanan bersama. Dari generasi ke generasi, amanah pendidikan dan dakwah terus dilanjutkan untuk menjaga warisan perjuangan sekaligus menumbuhkan peradaban. (Humas/abg)

Artikel Lainnya

Pondok Pesantren

In House Training: Optimalisasi Kinerja Guru dengan Terapi Psikologi di Pondok Pesantren Attaqwa Putri

Bekasi, 27 Juli 2024. Pondok Pesantren Attaqwa Putri menyelenggarakan in house training pada Jumat 26 Juli 2024 dengan tema “Optimalisasi
Pondok Pesantren

Pondok Pesantren Attaqwa Putra Gelar Haflah Iftitah 2024: Maknai Momentum Hijrah Nabi SAW

Pondok Pesantren Attaqwa Putra menggelar acara Haflah Iftitah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-68 berdirinya Attaqwa pada Sabtu, 27