Alumni

Festival Qasidah dan Marawis Korikaawati Attaqwa Pertemukan Alumni Lintas Generasi

BEKASI — Festival Lomba Qasidah dan Marawis Korikaawati Attaqwa menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Alumni Attaqwa Putri. Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Ujung Harapan, Kabupaten Bekasi, Ahad (2/8/2026), itu menghadirkan kembali nuansa musabaqah yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan para alumni ketika masih berstatus sebagai PPAWATI.

Pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Putri, Ustadzah Hj. Atiqoh Noer Alie, MA., mengatakan festival tersebut memiliki makna khusus karena mempertemukan kembali para alumni dengan suasana dan tradisi yang pernah mereka jalani semasa menjadi santri.

Menurutnya, dahulu musabaqah qasidah dan marawis digelar berdasarkan angkatan. Setiap kelompok berlomba menampilkan kemampuan terbaik untuk meraih kemenangan. Namun, festival kali ini memiliki semangat yang berbeda. “Bukan lagi tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana para alumni dapat kembali menampilkan seni qasidah yang telah melekat dalam perjalanan mereka,” ujarnya.

Ia menilai perbedaan usia dan generasi tidak menjadi penghalang bagi para alumni untuk tetap berkarya. Dahulu mereka tampil sebagai PPAWATI, sedangkan kini hadir sebagai Alumni Attaqwa Putri dengan pengalaman dan latar generasi yang beragam.

Kehadiran para alumni di almamater juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pihak pesantren. Attaqwa, kata dia, merupakan rumah bersama yang menyimpan banyak kenangan dan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup para alumninya.

Karena itu, festival diharapkan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, keceriaan, dan rasa syukur. Para alumni tidak sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga kembali menikmati atmosfer almamater yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

Seni qasidah pun tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan. Di balik lantunan lagu dan penampilan setiap angkatan terdapat kenangan, persaudaraan, kekompakan, serta nilai-nilai yang tumbuh selama menempuh pendidikan di Attaqwa.

Pertemukan Alumni Lintas Generasi

Festival yang digelar Panitia Pelaksana Alpata99 tersebut diikuti perwakilan alumni dari berbagai angkatan. Alumni super senior, senior, hingga generasi junior hadir dengan membawa karakter, kreativitas, dan semangat masing-masing. Kehadiran lintas generasi itu menunjukkan bahwa hubungan alumni dengan almamater tetap terjaga. Perbedaan usia justru menjadi kekuatan yang memperkaya suasana festival.

Seluruh Peserta Mendapat Apresiasi

Pimpinan Pondok Pesantren memberikan penghargaan kepada setiap periode atau angkatan yang telah mendukung kegiatan dengan berpartisipasi sebagai peserta lomba. Selain itu, seluruh perwakilan angkatan yang mengikuti perlombaan memperoleh tanda apresiasi dari panitia. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan terima kasih atas dedikasi, antusiasme, kekompakan, serta semarak kreativitas yang ditampilkan para alumni.

Alpata99 Mengawal Jalannya Festival

Rangkaian kegiatan dikoordinasikan Ustadzah Hj. Eva Farihah, S.Pd., selaku Ketua Umum Kegiatan, bersama Ustadzah Hj. Sa’adatul Mukriyah, S.Sos., selaku Ketua Event. Bersama Panitia Pelaksana Alpata99, keduanya mengawal seluruh rangkaian acara sehingga festival berlangsung tertib, lancar, dan meriah.

Alumni Super Senior Turut Tampil

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah kehadiran alumni lintas angkatan super senior tahun 1978–1985. Mereka tampil membawakan qasidah di bawah pimpinan Ustadzah Hj. Abidah Noer, Lc.

Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkarya tetap hidup di kalangan alumni lintas generasi. Usia tidak menjadi penghalang untuk tampil dan berkontribusi dalam kegiatan almamater. Sebagai bentuk penghargaan, Ketua Korikaawati, Hj. Rifqiyati Mas’ud, MA., memberikan tanda kasih berupa bucket kepada tim qasidah lintas angkatan tersebut.

Setiap Angkatan Tampilkan Kemampuan Terbaik

Dewan juri menilai seluruh angkatan memberikan penampilan maksimal. Para peserta menunjukkan kekompakan, kreativitas, dan kemampuan dalam membawakan qasidah maupun marawis. Kualitas penampilan yang relatif baik membuat penentuan peserta terbaik menjadi tantangan tersendiri. Masing-masing angkatan memiliki keunggulan dan ciri khas yang ditampilkan dengan penuh semangat.

Ketika Attaqwa Memanggil, Alumni Hadir

=Festival Lomba Qasidah dan Marawis Korikaawati Attaqwa menjadi gambaran bahwa perjalanan waktu dan perbedaan usia tidak menghapus kenangan para alumni terhadap almamater. Dahulu mereka hadir sebagai PPAWATI, kini kembali sebagai alumni. Dahulu membawa nama angkatan, kini membawa pengalaman dan semangat untuk kembali berkarya di rumah bersama. Ketika Attaqwa memanggil, para alumni hadir. Seni qasidah kembali bergema, kenangan kembali hidup, dan kecintaan terhadap almamater terus terjaga lintas generasi. (Humas/abg)

Yayah Sa’diyah berkontribusi dalam penulisana artikel ini

Artikel Lainnya

Alumni

Ikatan Keluarga Abituren At-Taqwa Gelar Rakernas di Kebon Jati, Bekasi

Bekasi, 14 September 2024 – Ikatan Keluarga Abituren At-Taqwa (IKAA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Sabtu, 14 September 2024,
Alumni

Silaturahmi Akbar Alumni Pondok Pesantren Attaqwa Putri & Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Bekasi, 13 Oktober 2024 – Ribuan alumni Pondok Pesantren Attaqwa Putri berkumpul dalam acara Silaturahmi Akbar Korp Ikatan Alumni Attaqwa