Bekasi, 6 Juni 2025 – Momentum Idul Adha tahun ini menjadi catatan istimewa bagi masyarakat Ujungharapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Dewan Masjid Attaqwa Ujungharapan berhasil menghimpun sebanyak 1.292 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 1.044 ekor kambing dan 248 ekor sapi, menjadikannya sebagai jumlah terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan kurban di Dewan Masjid Attaqwa.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban ini diawali dengan pelaksanaan Salat Idul Adha yang dipusatkan di Masjid Jami Attaqwa. Ribuan jamaah dari 70 mushala/masjid se-Ujungharapan memadati kawasan masjid sejak pagi hari.
Dalam sambutannya, Pimpinan Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, MA, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas meningkatnya jumlah hewan kurban tahun ini. Ia menyebut, peningkatan ini merupakan indikasi positif atas tumbuhnya religiusitas dan kepedulian sosial umat Islam di wilayah Ujungharapan.
“Kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat dan seluruh pihak yang telah menitipkan amanah kurbannya. Terutama kepada Bapak Presiden H. Prabowo Subianto, yang tahun ini menyumbangkan dua ekor sapi jenis Limosin. Semoga beliau senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa ini,” ujar KH. Irfan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Dewan Masjid yang telah berihsan dengan mendistribusikan hewan kurban ke mushala-mushala sekitar, serta pihak SG Charity Singapura yang mempercayakan hewan kurbannya melalui Yayasan Attaqwa.
“Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijaga. Mari kita laksanakan proses penyembelihan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan Salat Idul Adha, Dr. KH. Iman Fadlurrahman bertindak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya sikap sosial umat Islam, terutama dalam memperhatikan kaum fakir miskin.
“Tolak ukur keimanan seseorang tidak hanya dari ibadah ritual, tapi juga dari kepeduliannya terhadap sesama. Kurban adalah salah satu bentuk nyata pelaksanaan nilai-nilai sosial Islam,” ujarnya.
Bercermin dari semangat berkurban ini tidak salah jika Ujungharapan pantas mendapat julukan kota santri seperti yang diidam-idamkan oleh tokoh pendahulu Ujungharapan ini. (Humas/bg)
Mirwan Nijan, Muhamad Alhabsy berkontribusi dalam penulisn artikel ini.
Sumber foto : Media DMA





