Bekasi, 17 April 2025 — Sebanyak 3.000 peserta didik dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) seperguruan Attaqwa berkumpul dalam Apel Besar yang digelar di Plaza Masjid Jami Attaqwa, Ujung Harapan, Bekasi. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam dunia pendidikan Islam, mempertegas peran Attaqwa sebagai episentrum gerakan pendidikan dan sosial yang telah dirintis oleh pejuang sekaligus ulama besar KH. Noer Alie.
Apel ini juga dihadiri oleh kepala-kepala madrasah dan para guru dari 64 MI yang berada di bawah naungan Perguruan Islam Attaqwa. Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya ujian akhir kelas 6, berupa asesmen praktik membaca Al-Qur’an dan praktik ibadah (ubudiyah), yang telah menjadi standar tahunan bagi seluruh siswa MI Attaqwa.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, Lc., MA., menyampaikan bahwa apel besar ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk rasa syukur karena para siswa dapat berkumpul di tempat bersejarah yang memiliki makna spiritual dan intelektual. “Ujian bukanlah sekadar lulus sekolah tapi juga untuk membangun peradaban yang berbasis keimanan,” ungkap KH. Irfan Mas’ud.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Perguruan Attaqwa, Dr. H. Khairul Umam Noer, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar madrasah serta sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai perjuangan Attaqwa. “Mumpung mereka berada di sini, sekalian bisa berziarah ke makam pendiri Attaqwa yakni Kiai Noer Alie rahimahullah,” ujarnya.
Dr. Umam menambahkan, asesmen yang dilakukan setiap akhir tahun pelajaran ini bertujuan untuk menyeragamkan kemampuan lulusan MI Attaqwa, khususnya dalam membaca Al-Qur’an dan melaksanakan ibadah harian. “Tujuannya agar semua lulusan Attaqwa memiliki kemampuan yang sama dalam hal fundamental keislaman,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Islam tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga penanaman nilai-nilai spiritual dan sosial yang kuat, sesuai dengan cita-cita besar KH. Noer Alie. (Humas/bg)





